Tilawati

Cara Mengatasi Rasa Malas Mengaji dengan Motivasi Islami agar Kembali Istiqamah


9 hari yang lalu


cara-mengatasi-rasa-malas-mengaji-dengan-motivasi-islami-agar-kembali-istiqamah

Pernahkah Anda merasakan saat di mana mushaf Al-Qur'an hanya tersimpan di rak, perlahan berdebu, sementara jemari kita lebih ringan berselancar di layar gawai? Rasa jenuh, lelah setelah bekerja, hingga tumpukan urusan dunia sering kali membuat semangat ibadah kita menurun. Sahabat Qur’ani, ketahuilah bahwa perasaan ini adalah hal yang manusiawi, namun tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Mengatasi rasa malas mengaji adalah perjuangan melawan diri sendiri yang membutuhkan strategi spiritual sekaligus langkah praktis yang membumi. Al-Qur'an adalah cahaya bagi jiwa, dan saat kita merasa berat untuk membacanya, itu adalah sinyal bahwa hati kita sedang membutuhkan asupan energi spiritual yang baru. Mari kita bedah bagaimana cara membangkitkan kembali kecintaan kita pada kalam ilahi dan kembali pada jalur kebaikan.

1. Penyebab Umum Rasa Malas Mengaji menurut Perspektif Islam

Dalam Islam, rasa malas atau kejenuhan dalam beribadah sering disebut dengan istilah futur. Malas membaca Al-Qur’an tidak jarang disebabkan oleh hati yang terlalu sibuk dengan urusan duniawi atau banyaknya kemaksiatan kecil yang dilakukan tanpa sadar. Dosa-dosa inilah yang terkadang menjadi hijab atau penghalang antara kita dengan kelezatan membaca Al-Qur'an.

Selain itu, godaan setan juga berperan besar. Setan tidak akan pernah membiarkan seorang muslim meraih pahala besar dari setiap huruf yang ia baca. Pemahaman akan penyebab ini sangat penting bagi Sahabat Qur’ani agar kita sadar bahwa rasa malas bukanlah sekadar kurangnya waktu, melainkan tantangan spiritual yang harus dihadapi dengan kesadaran penuh.

2. Keutamaan Membaca Al-Qur’an sebagai Penguat Iman dan Hati

Salah satu cara terbaik dalam mengatasi rasa malas mengaji adalah dengan menghadirkan kembali kesadaran tentang betapa besarnya keutamaan yang sedang kita tinggalkan. 

Al-Qur'an adalah obat (syifa) dan petunjuk (huda). Allah SWT berfirman dalam Surah Yunus ayat 57:

"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman."

Mengingat bahwa setiap satu huruf yang kita baca mengandung sepuluh kebaikan merupakan motivasi mengaji dalam Islam yang sangat kuat. Rasulullah ﷺ bahkan memberikan penghargaan bagi mereka yang kesulitan; orang yang terbata-bata membaca Al-Qur'an dan ia merasa berat, maka baginya dua pahala. Tidak ada alasan untuk merasa minder atau malas jika Allah sendiri menghargai setiap usaha kecil kita.

3. Motivasi Qurani untuk Bangkit dari Malas dan Futur Ibadah

Al-Qur'an memberikan peringatan lembut agar kita tidak menjadi orang yang melupakan peringatan Allah. Dalam Surah Al-Hadid ayat 16, Allah bertanya kepada hati kita:

"Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka)..."

Ayat ini adalah motivasi mengaji dalam Islam yang sangat menyentuh. Ia mengajak kita melakukan evaluasi diri (muhasabah). Bayangkan Al-Qur'an adalah surat cinta dari Sang Pencipta. Jika kita malas membacanya, mungkin kita perlu bertanya kembali seberapa besar kerinduan kita kepada-Nya. Bangkit dari rasa malas berarti memaksakan diri sedikit demi sedikit demi meraih rida-Nya yang abadi.

4. Langkah Kecil dan Realistis untuk Kembali Rutin Mengaji

Untuk mengatasi rasa malas mengaji, jangan langsung menargetkan membaca satu juz dalam sehari jika hati masih terasa berat. Gunakan prinsip bertahap agar mental tidak merasa terbebani.

  1. Metode Satu Halaman: Mulailah dengan komitmen membaca satu halaman saja setelah shalat fardhu.

  2. Membaca Terjemahan: Terkadang, rasa malas muncul karena kita tidak paham apa yang dibaca. Membaca terjemahan dapat membantu kita merasa lebih terhubung secara emosional dengan ayat tersebut.

  3. Gunakan Aplikasi Digital: Di sela kesibukan, gunakan gawai untuk membaca satu atau dua ayat agar tetap terhubung.

  4. Mendengarkan Murottal: Jika mata masih terasa berat untuk membaca, mulailah dengan mendengarkan. Sering kali, mendengarkan lantunan ayat suci akan memancing keinginan kita untuk ikut membacanya sendiri.

5. Tips Menjaga Semangat dan Istiqamah Membaca Al-Qur’an

Istiqamah membaca Al-Qur’an adalah buah dari perjuangan yang konsisten. Berikut adalah beberapa tips agar semangat Sahabat Qur’ani tidak mudah luntur:

  1. Tentukan Waktu Khusus: Pilih waktu di mana Anda merasa paling tenang, seperti setelah Subuh atau sebelum tidur.

  2. Cari Teman Mengaji: Memiliki komunitas atau teman yang saling mengingatkan akan sangat membantu saat motivasi kita menurun.

  3. Berdoa kepada Sang Pemilik Hati: Mintalah kepada Allah agar dihilangkan rasa malas dan diberikan kelezatan dalam membaca Al-Qur'an. Rasulullah ﷺ sering berdoa agar dilindungi dari sifat al-kasal (malas).

  4. Ingat Kematian: Menyadari bahwa waktu kita di dunia terbatas akan mendorong kita untuk tidak menunda-nunda amal saleh.

Meraih Keberkahan dalam Setiap Ayat

Sahabat Qur’ani, mengatasi rasa malas mengaji memang tidak bisa dilakukan secara instan. Ia adalah perjalanan untuk terus mendekat kepada cahaya Allah. Jangan biarkan rasa bersalah karena telah lama tidak mengaji justru membuat Anda semakin menjauh. Pintu rahmat Allah selalu terbuka luas bagi mereka yang ingin kembali.

Mari kita ambil mushaf itu sekarang, bacalah basmalah, dan mulailah dengan satu ayat. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk tetap istiqamah membaca Al-Qur’an hingga akhir hayat.