21 jam yang lalu
Sholat adalah tiang agama sekaligus pondasi utama dalam membangun karakter seorang mukmin. Sebagai orang tua, memberikan pendidikan terbaik bagi anak bukan hanya soal prestasi akademik, melainkan bagaimana menautkan hati mereka kepada Sang Pencipta sejak dini. Menanamkan kebiasaan sholat pada anak merupakan amanah besar yang membutuhkan kesabaran, strategi, dan doa yang tidak terputus.
Sahabat Qur’ani, anak-anak adalah peniru yang ulung. Mereka lebih banyak belajar dari apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Oleh karena itu, peran orang tua dalam pendidikan sholat anak menjadi sangat krusial. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa tips orang tua menanamkan sholat pada anak agar ibadah ini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas mereka hingga dewasa.
1. Memahami Kedudukan Sholat dalam Islam dan Pendidikan Anak
Sebelum mengajarkan teknis sholat, orang tua perlu memahami bahwa sholat adalah sarana utama untuk menjaga fitrah anak. Sholat bukan sekadar gerakan fisik, melainkan media komunikasi antara hamba dengan Rabb-nya. Dalam pola asuh Islami, sholat dipandang sebagai instrumen untuk melatih kedisiplinan, kebersihan, dan ketenangan jiwa.
Allah SWT berfirman dalam Surah Luqman ayat 17, mengabadikan nasihat Luqman kepada anaknya:
"Wahai anakku! Laksanakanlah sholat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu..."
Nasihat ini menunjukkan bahwa sholat adalah modal dasar bagi anak untuk menghadapi tantangan kehidupan. Dengan memahami kedudukan mulia ini, tips orang tua menanamkan sholat pada anak yang pertama adalah dengan menanamkan rasa cinta dan pengagungan terhadap sholat di dalam hati anak sebelum memerintahkannya.
2. Memberi Teladan Sholat dalam Kehidupan Keluarga
Strategi paling efektif dalam pendidikan sholat anak adalah keteladanan (uswah hasanah). Anak akan sulit digerakkan untuk sholat jika ia tidak pernah melihat orang tuanya bersegera memenuhi panggilan adzan. Sholat dalam keluarga harus menjadi prioritas yang tampak nyata dalam aktivitas sehari-hari.
Saat adzan berkumandang, berhentilah dari segala aktivitas dan ajaklah anak untuk bersiap-siap. Biarkan mereka melihat wajah Ayah dan Bunda yang ceria saat hendak menghadap Allah. Keteladanan ini akan membangun persepsi positif pada anak bahwa sholat adalah aktivitas yang membahagiakan, bukan beban yang mengganggu waktu bermain mereka. Inilah inti dari tips orang tua menanamkan sholat pada anak melalui tindakan nyata.
3. Membiasakan Sholat Secara Bertahap Tanpa Paksaan
Islam mengajarkan prinsip bertahap dalam mendidik anak. Rasulullah ﷺ memberikan panduan waktu yang sangat spesifik mengenai kapan anak harus mulai diperintahkan sholat. Beliau bersabda:
"Perintahkanlah anak-anakmu untuk mengerjakan sholat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (dengan pukulan yang mendidik) jika mereka meninggalkannya ketika berusia sepuluh tahun..." (HR. Abu Dawud).
Membiasakan sholat sejak dini dimulai dengan fase pengenalan dan ajakan lembut pada usia di bawah tujuh tahun. Jangan menuntut kesempurnaan gerakan atau bacaan pada tahap awal. Fokuslah pada kegembiraan mereka ikut berdiri di samping kita. Tips orang tua menanamkan sholat pada anak pada fase ini adalah memberikan apresiasi, pelukan, dan pujian setiap kali mereka mau ikut sholat, meskipun hanya satu rakaat.
4. Menggunakan Pendekatan Kasih Sayang dan Komunikasi Positif
Dalam pola asuh Islami, kekerasan dan bentakan adalah hal yang harus dihindari dalam mengajak pada kebaikan. Gunakanlah bahasa yang lembut dan penuh kasih sayang. Hindari mengancam anak dengan neraka saat mereka malas sholat, namun ceritakanlah tentang indahnya surga dan betapa Allah sangat mencintai anak yang rajin bersujud.
Allah SWT berfirman dalam Surah Thaha ayat 132:
"Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan sholat dan sabar dalam mengerjakannya..."
Kata "sabar" dalam ayat ini menunjukkan bahwa pendidikan sholat anak adalah proses panjang yang membutuhkan nafas panjang dari orang tua. Tips orang tua menanamkan sholat pada anak adalah dengan membangun komunikasi dua arah. Tanyakan pada mereka, "Tadi sholatnya merasa tenang tidak?" atau "Apa yang tadi Kakak minta sama Allah saat sujud?". Hal ini membuat anak merasa bahwa sholat adalah urusan pribadi mereka dengan Allah yang menyenangkan.
5. Menjadikan Sholat sebagai Kebutuhan, Bukan Sekadar Kewajiban
Tujuan akhir dari semua tips orang tua menanamkan sholat pada anak adalah ketika anak menjalankan sholat karena mereka merasa membutuhkannya. Ajarkan anak bahwa sholat adalah tempat curhat terbaik. Saat mereka sedih, ajaklah sholat. Saat mereka bahagia, ajaklah sujud syukur.
Dengan membiasakan sholat sejak dini sebagai sarana mencari ketenangan, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah stres. Mereka akan menjadikan sholat dalam keluarga sebagai momen healing spiritual yang paling dinanti. Ketika anak sudah merasa bahwa "Aku butuh Allah", maka tanpa disuruh pun, mereka akan menjaga sholatnya dengan penuh kesadaran.
Investasi Iman untuk Masa Depan
Sahabat Qur’ani, tips orang tua menanamkan sholat pada anak di atas bukanlah rumus instan, melainkan panduan untuk terus berproses. Menanamkan sholat adalah tentang menanam cinta. Jika cinta kepada Allah sudah tumbuh, maka ketaatan akan mengikuti dengan sendirinya.
Jangan pernah lelah untuk mendoakan anak-anak kita agar menjadi hamba yang mendirikan sholat. Semoga dengan kesabaran Ayah dan Bunda, anak-anak kita menjadi generasi penyejuk mata yang selalu terhubung dengan cahaya-Nya.