20 jam yang lalu
SURABAYA — Guna menyamakan standar pengajaran Al-Qur'an, Diklat Standarisasi Guru Al-Qur'an Metode Tilawati Level 1 diselenggarakan secara daring pada Sabtu hingga Ahad, 26–27 September 2026. Kegiatan yang difasilitasi melalui platform Zoom ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, dengan jumlah pendaftar terbanyak berasal dari Kota Bandar Lampung.
Kegiatan pada hari pertama dibuka oleh Ustadz Choiri yang memaparkan tata tertib diklat sekaligus menjelaskan pentingnya irama tartil dalam membaca Al-Qur'an, seperti penggunaan lagu Rost. Setelah itu, materi dilanjutkan dengan pembahasan buku Tilawati Jilid 1 hingga 4 yang berfokus pada pengenalan huruf hijaiyah, harakat, hingga tanda waqaf.
Memasuki sesi siang, Ustadz Hari Susandi menyampaikan materi Jilid 5 mengenai hukum nun sukun dan Jilid 6 yang membahas ghorib musykilat atau bacaan yang tidak lazim. Sesi ini berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan dari peserta. Sebagian diskusi bahkan harus dialihkan ke grup WhatsApp karena keterbatasan waktu. Hari pertama kemudian ditutup dengan pesan agar peserta menyiapkan diri untuk ujian pada keesokan harinya.
Hari kedua diawali dengan pelaksanaan munaqosyah atau evaluasi bacaan secara individu bersama para munaqisy. Setelah proses ujian selesai, Ustadz Masrur Huda memberikan materi terkait strategi pembelajaran Metode Tilawati dasar. Beliau merespons kendala perbedaan latar belakang santri di lapangan dengan menekankan perlunya strategi mengajar yang terarah, mulai dari target waktu, penggunaan media, hingga teknik mengajar. Sesi ini juga dilengkapi dengan penayangan video microteaching sebagai pedoman peserta.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan teknik munaqosyah dan strategi pengajaran khusus jenjang PAUD oleh Ustadz Choiri. Para peserta diberikan panduan tata cara penilaian serta demonstrasi langsung penggunaan alat peraga berupa kalender dan kartu Tilawati PAUD.
Pada akhir acara, Ustadz Choiri berpesan agar peserta terus mengembangkan kompetensi mereka dengan mengikuti program lanjutan, seperti Diklat Level 2, Diklat Tahfidz, maupun Tarjamah.
Dalam penutupannya, beliau juga memberikan imbauan tegas agar seluruh tenaga pendidik menghindari penggunaan buku Tilawati bajakan yang banyak beredar di toko daring. Peserta diarahkan untuk selalu menggunakan produk resmi yang didapatkan melalui pengurus cabang di daerah masing-masing demi menjaga standar kualitas materi pembelajaran.