14 jam yang lalu
LAMONGAN — Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Griya Qur'an menyelenggarakan peringatan Milad ke-3 pada Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan ini mengusung tema "Merajut Ukhuwah Lewat Tilawah" dan bertempat di lapangan MI Al Jihad Astana Brondong, Kabupaten Lamongan.
Peringatan hari lahir lembaga pendidikan Al-Qur'an khusus lanjut usia (lansia) dan manusia usia lanjut (manula) tersebut dihadiri oleh 100 peserta beserta tamu undangan. Seluruh peserta yang hadir merupakan santri binaan dari TPQ Griya Qur'an yang operasionalnya berada di bawah koordinasi Tilawati Cabang Tuban.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, pemuka agama, serta jajaran pemerintahan setempat. Para tamu undangan tersebut meliputi Kepala TPQ Ustadzah Any Elkafa, Ketua Tanfidz Ustadz Mujianto, Lurah Brondong, tokoh masyarakat H. Jiono, serta perwakilan Tilawati Cabang Tuban yakni Ustadz Nurokhim, S.Pd., M.Pd.I., dan Ustadz Bagus, M.Pd.
Dalam sesi sambutannya, Ustadzah Any Elkafa menyampaikan rasa syukur atas perjalanan operasional lembaganya. Beliau mengapresiasi semangat para lansia yang konsisten belajar baca tulis Al-Qur'an menggunakan buku Tilawati Remaja, sekaligus berterima kasih atas dukungan dari pihak pemerintah kelurahan.
Dukungan dari pemerintah daerah dibuktikan secara langsung melalui kehadiran dan sambutan dari Lurah Brondong. Beliau memberikan apresiasi terhadap konsistensi belajar para santri usia senja tersebut dengan menyerahkan tali asih kepada beberapa perwakilan santri.
Selain itu, kegiatan peringatan milad ini turut dimeriahkan dengan penampilan paduan suara. Para santri lansia dan manula tersebut tampil secara berkelompok membawakan lagu Mars Tilawati serta berbagai kreasi lainnya dengan tingkat antusiasme yang tinggi.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian ceramah agama oleh Ustadz Nurokhim. Beliau memaparkan materi mengenai pentingnya membangun niat batin yang kuat sebelum memulai proses belajar Al-Qur'an. Niat tersebut mencakup empat tahapan, yaitu tadhim wal ikhtirom (mengagungkan dan memuliakan), serta tasdiq wal yakin (membenarkan dan meyakini). Dua pedoman niat selanjutnya adalah taasur fii qolbi (menanamkan kesan di dalam hati), serta niatul amal wa tabligh (niat untuk mengamalkan dan menyiarkan ajaran).
Lebih lanjut, Ustadz Nurokhim mengingatkan para peserta untuk senantiasa menerapkan sikap wasathiyah dalam proses menuntut ilmu. Sikap pertengahan atau moderat tersebut dinilai penting agar para santri tetap berpegang teguh pada komitmen belajarnya tanpa merasa terlalu terbebani ataupun bersikap terlalu santai.
Pada penghujung sesi, beliau mengajak seluruh peserta yang hadir untuk membaca beberapa ayat suci Al-Qur'an secara bersama-sama. Praktik tersebut dilakukan sebagai bentuk tindakan nyata dari upaya merajut persaudaraan melalui kegiatan membaca ayat suci.