4 jam yang lalu
SURABAYA — Sebanyak 29 santri yang baru diwisuda tahfidz dari Pondok Pesantren Tahfidhul Qur’an Daarul Furqon Bintaro, Tangerang Selatan, berkunjung ke Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya, Sabtu (7/11/2026). Kunjungan yang diikuti 41 peserta tersebut menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus upaya menyambung sanad dengan para guru di lingkungan pesantren.
Rombongan dipimpin oleh Ustadz Muhammad Rofiq, pengasuh Pondok Pesantren Tahfidhul Qur’an Daarul Furqon Bintaro sekaligus Kepala Cabang Tilawati Banten Regional 1. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para santri untuk bertemu langsung dengan guru-guru Tilawati Pusat, sekaligus mempererat hubungan keilmuan dan silaturahmi antar pesantren.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah, Ustadz H. Abdurrohim Hasan, M.Pd., memperkenalkan berbagai bidang yang ada di lingkungan Nurul Falah. Ia juga menyampaikan bahwa para santri Nurul Falah merupakan guru-guru Tilawati yang mengabdi di berbagai daerah di Indonesia, sementara pusat kegiatan Tilawati berada di Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya.
Pengasuh Muda Pesantren Nurul Falah, Ustadz Toha Mahsun, S.S., turut hadir menyambut rombongan. Sementara itu, Ustadz Dr. KH. Umar Jaeni, M.Pd., menyampaikan materi motivasi dakwah kepada para peserta, khususnya para santri. Pembekalan ini menjadi penguatan agar para santri tidak hanya menjaga hafalan, tetapi juga memiliki semangat untuk menyebarkan dakwah Al-Qur’an.

Ustadz Muhammad Rofiq menyampaikan bahwa kunjungan tersebut secara khusus mengajak 29 santri yang baru diwisuda tahfidz untuk bertemu dengan guru-guru Tilawati di pusat. Ia berharap pertemuan tersebut membawa keberkahan dan menjadi bekal bagi para santri dalam melanjutkan pengabdian.
“Harapan kami, para santri mendapatkan keluberan barokah. Ketika kelak menyebarkan dakwah Al-Qur’an, mereka juga mendapatkan doa langsung dari guru-guru kami. Semoga membawa manfaat dan barokah. Kami juga menyampaikan terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Semoga menjadi amal jariyah,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Dr. KH. Ali Muaffa, M.Ag. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan untuk berziarah ke makam Sunan Ampel di Surabaya.
Silaturahmi ini menjadi pengingat bahwa perjalanan menghafal Al-Qur’an tidak berhenti setelah wisuda. Menjaga hubungan dengan guru, menyambung sanad, dan melanjutkan dakwah menjadi bagian penting dari perjalanan para penghafal Al-Qur’an dalam mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.