14 jam yang lalu
CILEGON — Sebanyak 40 santri putra dan putri kelas XII Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilurrahman mengikuti Diklat Standarisasi Calon Guru Al-Qur’an Metode Tilawati yang diselenggarakan Tilawati Al-Bantany Kota Cilegon, Minggu–Senin, 1–2 November 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembekalan santri tingkat akhir agar memiliki bekal dalam mengajarkan Al-Qur’an.

Diklat tersebut tidak hanya diarahkan pada penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memberikan pembekalan terkait pembelajaran Al-Qur’an menggunakan Metode Tilawati. Bekal tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi para santri untuk melanjutkan peran pengabdian melalui pengajaran Al-Qur’an di lingkungan masyarakat.
Kegiatan dihadiri Kepala Cabang Tilawati Al-Bantany Kota Cilegon, Ustaz Muhammad Rohman, bersama trainer Ustaz Hikmatullah dan Ustazah Ade Mutoyanah. Ketiganya memberikan pembekalan kepada peserta selama pelaksanaan diklat.
Bagi Ponpes Sabilurrahman, pembekalan calon guru Al-Qur’an menjadi bagian dari upaya menyiapkan santri agar tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan, tetapi juga mampu mengambil peran dalam dakwah melalui pengajaran Al-Qur’an.
Keikutsertaan santri kelas XII dalam diklat ini juga menjadi bekal untuk menghadapi fase setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diamalkan, termasuk ketika para santri berinteraksi dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Kolaborasi antara Tilawati Al-Bantany Kota Cilegon dan Ponpes Sabilurrahman menjadi salah satu ikhtiar untuk menyiapkan generasi yang memiliki kemampuan mengajarkan Al-Qur’an dengan baik, benar, dan menyenangkan.
Semoga pembekalan ini menjadi langkah awal bagi para santri untuk terus belajar, mengamalkan ilmu, serta mengambil bagian dalam dakwah Al-Qur’an di tengah masyarakat.