16 jam yang lalu
SURABAYA – LPQ Nurul Falah Surabaya membuka program Akademi Imam Shalat bersama KH. Abdul Hamid Abdullah, S.H., M.Si. selaku Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya pada Ahad, 18 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di aula lantai 2 Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya itu diikuti oleh 110 jamaah dari berbagai daerah.

Program Akademi Imam Shalat diselenggarakan sebagai upaya membentuk imam shalat yang memiliki pemahaman fikih yang kuat serta kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Selain itu, program ini menjadi wadah pembelajaran lanjutan bagi para calon imam untuk mempersiapkan diri memimpin shalat berjamaah pada masa mendatang.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh KH. Abdul Hamid Abdullah, Pengasuh Utama Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya Dr. KH. Ali Muaffa, M.Ag., Direktur Kepesantrenan Ustaz Moh. Toha Mahsun, S.S., serta Kabid LPQ Nurul Falah Ustaz M. Priyo Jatmiko, M.Ag.

Rangkaian kegiatan diawali dengan placement test untuk mengukur kemampuan bacaan Al-Qur’an peserta. Hasil tes tersebut menjadi dasar pengelompokan peserta ke dalam kelas lanjutan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Melalui mekanisme ini, proses pembelajaran diharapkan dapat berlangsung lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan peserta.
Dalam sesi materi, KH. Abdul Hamid Abdullah menyampaikan sejumlah materi penting bagi seorang imam shalat, mulai dari etika imam, sifatul huruf (sifat-sifat huruf hijaiyah), hingga makharijul huruf (tempat keluarnya huruf). Materi tersebut menjadi bekal penting agar calon imam tidak hanya memahami tata cara dan tanggung jawab memimpin shalat, tetapi juga mampu melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan tepat.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Kehadiran 110 jamaah dari berbagai daerah menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dalam memimpin shalat berjamaah.
Kabid LPQ Nurul Falah, Ustaz M. Priyo Jatmiko, M.Ag., berharap seluruh peserta dapat melanjutkan pembelajaran melalui kelas lanjutan yang disediakan LPQ Nurul Falah. Menurutnya, keberlanjutan proses belajar sangat penting agar para peserta memiliki bekal yang memadai ketika kelak mendapat amanah menjadi imam shalat.
Sementara itu, Pengasuh Utama Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya, Dr. KH. Ali Muaffa, M.Ag., mengajak peserta untuk memandang pembelajaran Al-Qur’an sebagai bentuk investasi jangka panjang. ”Investasi dalam Al-Qur’an, termasuk melalui pembinaan imam shalat, merupakan jalan untuk menimba ilmu sekaligus menanam amal yang diharapkan menjadi ladang pahala di akhirat,” tuturnya.
Direktur Kepesantrenan Ustaz Moh. Toha Mahsun, S.S. menegaskan bahwa LPQ Nurul Falah terus berikhtiar menyiapkan para calon pemimpin shalat melalui program Akademi Imam Shalat. ”Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam melahirkan imam-imam yang siap berdiri di shaf terdepan, baik dari sisi kualitas bacaan maupun pemahaman keagamaan,” terangnya.

Melalui pembukaan Akademi Imam Shalat ini, LPQ Nurul Falah Surabaya berharap semakin banyak calon imam yang memiliki kompetensi, kepercayaan diri, dan tanggung jawab dalam memimpin shalat berjamaah. Pembinaan yang berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat kualitas ibadah masyarakat sekaligus melahirkan generasi imam yang berilmu dan berakhlak. (fa/eko)