Tilawati

Diklat Guru Tahfidz Metode Tilawati Bekali Ilmu Strategis untuk Pengajar Al-Qur’an


10 bulan yang lalu


diklat-guru-tahfidz-metode-tilawati-bekali-ilmu-strategis-untuk-pengajar-al-quran

SURABAYA – Sebanyak 40 peserta antusias mengikuti Diklat Guru Tahfidz Metode Tilawati yang diselenggarakan pada Sabtu–Ahad, 3–4 Mei 2025 di Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kapasitas guru tahfidz dalam mengajarkan Al-Qur’an secara lebih efektif dan profesional.

Acara dibuka secara resmi oleh H. Abdurrohim Hasan, M.Pd., Direktur Yayasan Nurul Falah Surabaya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar diklat ini dapat mencetak para pengajar tahfidz yang berdedikasi tinggi dalam membumikan Al-Qur’an.

Materi diklat disampaikan oleh para narasumber berpengalaman, antara lain M. Hasan Zamzami, S.Ag. dan H. Muhammad Afif Zubaidy, M.Pd. Materi yang diberikan meliputi teknik menghafal Al-Qur’an, strategi dan evaluasi pembelajaran tahfidz, manajemen pesantren, teknik menghafal nomor halaman, serta sesi munaqosyah dan microteaching sebagai bentuk praktik langsung.

Motivasi dakwah yang menginspirasi juga disampaikan oleh Dr. KH. Umar Jaeni, M.Pd., Ketua Yayasan Nurul Falah Surabaya. Ia menegaskan pentingnya peran guru dan penghafal Al-Qur’an dalam menerangi kehidupan umat. “Islam akan gelap jika tidak diajarkan. Jika diajarkan, maka dunia akan terang benderang oleh guru dan para penghafal Al-Qur’an,” tegas beliau.

Peserta diklat, Ust. Qoim Mustaqim, Lc. dari Al-Azhar 52 Sidoarjo, turut menyampaikan kesan mendalam. Ia menyatakan rasa syukur atas kesempatan belajar dan mengulang hafalan dengan fasilitas luar biasa dari Tilawati Pusat. “Semoga ilmu yang kami dapat tidak hanya berhenti di teori, tapi benar-benar kami amalkan dan terus berkembang ke seluruh pelosok negeri,” ujarnya.


Dengan semangat dan harapan besar, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat jaringan guru tahfidz yang kompeten serta memperluas dampak dakwah Al-Qur’an di seluruh Indonesia.