Tilawati

Diklat Tilawati Digelar FEBI UIN Banten Demi Mutu Pembelajaran Qur’an yang Lebih Baik


sehari yang lalu


diklat-tilawati-digelar-febi-uin-banten-demi-mutu-pembelajaran-quran-yang-lebih-baik

SERANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten bersama Tilawati Banten Regional 2 resmi membuka kegiatan diklat standardisasi guru Al-Qur’an metode tilawati level 1 yang berlangsung selama dua hari, pada 28–29 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta dari kalangan mahasiswa serta 3 orang dosen FEBI, sebagai bentuk komitmen fakultas dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan kampus.

Acara pembukaan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Prof. Dr. Budi Sudrajat, M.A. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kegiatan diklat ini sebagai upaya untuk menyiapkan mentor dan fasilitator Al-Qur’an yang profesional, ‘alim, dan berakhlak Qur’ani.

Prof. Budi menekankan, tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Khairukum man ta‘allamal Qur’an wa ‘allamahu”, bukan sekadar moto, tetapi landasan moral dan intelektual bagi setiap calon guru Al-Qur’an. Pihaknya menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk menyiapkan fasilitator Al-Quran yang berpribadi ‘alim dan fasih, serta memiliki keluasan ilmu dan keikhlasan dalam mengajar.

"Guru Al-Qur’an yang baik bukan hanya menguasai ilmu baca yang benar, tetapi juga kaya materi dan kaya jasa. Artinya, ia hadir memberikan manfaat, menyebarkan keberkahan, dan menjadi bagian dari perbaikan kualitas umat,” tegasnya.

Prof. Budi menyampaikan apresiasi kepada tim Tilawati Banten Regional 2 yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Kolaborasi antara akademisi dan lembaga pengembangan metode Al-Qur’an seperti tilawati merupakan langkah strategis untuk memastikan mahasiswa FEBI mampu menjadi pengajar Al-Qur’an yang standar, terukur, dan tersertifikasi.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dan dosen peserta diklat mampu menjadi duta penyebar pembelajaran Al-Qur’an yang profesional dan sesuai standar nasional metode tilawati serta mampu menerapkan ilmu tersebut di lingkungan kampus dan masyarakat luas. (ron/eko)