Tilawati

Dr. Fahmi Tegaskan Lima Kunci Sukses Dakwah Profesional di Rakernas Tilawati Nasional 2026


7 hari yang lalu


dr-fahmi-tegaskan-lima-kunci-sukses-dakwah-profesional-di-rakernas-tilawati-nasional-2026

SURABAYA — Rapat Kerja Nasional Tilawati 2026 pada Sabtu, 24 Januari 2026, di Hotel Namira Surabaya menjadi momentum penting penguatan arah dakwah Al-Qur’an di Indonesia. Salah satu sesi yang paling mendapat perhatian peserta adalah penyampaian materi dari Coach Dr. Fahmi, master trainer bersertifikat BNSP, yang menekankan urgensi pengelolaan lembaga dakwah secara profesional di tengah era disrupsi.

Dalam paparannya, Dr. Fahmi mengajak seluruh kepala cabang Tilawati untuk melakukan refleksi mendalam tentang peran strategis lembaga dakwah hari ini. 

Menurutnya, tantangan zaman menuntut perubahan budaya kerja yang lebih disiplin, terukur, dan berorientasi pada mutu. Lembaga dakwah tidak cukup hanya kuat secara niat, tetapi harus dibangun dengan sistem manajemen yang rapi dan sumber daya manusia yang terus dikembangkan.

Ia menegaskan bahwa profesionalisme bukan berarti meninggalkan nilai-nilai ruhaniah. Sebaliknya, profesionalisme justru menjadi wujud nyata dari pengamalan nilai Al-Qur’an dalam tata kelola organisasi. Dari sinilah Dr. Fahmi kemudian menguraikan lima kunci sukses dalam hidup yang menjadi fondasi penting bagi para penggerak dakwah.

Lima kunci tersebut meliputi memahami Al-Qur’an, memahami kepemimpinan, memahami keterampilan hidup, memahami keterampilan manajerial, serta memahami kewirausahaan. Kelima aspek ini saling terhubung dan tidak bisa dipisahkan dalam membangun lembaga dakwah yang berdaya saing. Pemahaman Al-Qur’an menjadi sumber nilai, sementara kepemimpinan dan keterampilan hidup menjadi penggerak perubahan di lapangan.

Dr. Fahmi menekankan bahwa keterampilan manajerial menjadi kebutuhan mendesak bagi setiap kepala cabang. Perencanaan program, pengelolaan tim, hingga evaluasi kinerja harus dilakukan secara sistematis agar dakwah berjalan efektif dan berkelanjutan. Di saat yang sama, jiwa kewirausahaan diperlukan untuk menjaga kemandirian lembaga tanpa mengurangi nilai amanah dalam setiap pengelolaan dana umat.

Pernyataan yang paling ditekankan dalam sesi tersebut adalah keyakinan bahwa seluruh kunci sukses sejatinya telah terangkum di dalam Al-Qur’an. Siapa pun yang bersungguh-sungguh memahami dan mengamalkan Al-Qur’an, akan menemukan panduan lengkap untuk memimpin, mengelola, dan melayani umat dengan baik. Dari sinilah, menurut Dr. Fahmi, peran guru ngaji menjadi sangat strategis dalam membentuk peradaban.

Ia mengajak para peserta Rakernas untuk kembali meneguhkan peran sebagai guru ngaji yang memberi dampak. Bukan hanya mengajarkan bacaan, tetapi menanamkan nilai, membangun karakter, serta menghadirkan keteladanan di tengah masyarakat. Guru ngaji, dalam pandangannya, adalah ujung tombak perubahan sosial yang bersumber dari Al-Qur’an.

Melalui penyampaian yang inspiratif dan aplikatif, Dr. Fahmi berhasil membangkitkan semangat baru peserta Rakernas Tilawati Nasional 2026. Pesan-pesannya menjadi bekal penting bagi setiap kepala cabang untuk membangun lembaga dakwah yang profesional, mandiri, dan tetap berakar kuat pada nilai Al-Qur’an. (ak/eko)