15 jam yang lalu
SURABAYA – Tilawati Pusat menggelorakan semangat thalabul ilmi di bulan suci Ramadhan ini. Hal itu terlihat ketika Tilawati Pusat sukses menggelar Webinar Tafsir Tematik Ayat Puasa pada Sabtu, 28 Februari 2026 dengan menghadirkan Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Nurul Falah, Dr. KH. Umar Jaeni, M.Pd., menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia dikenal dermawan dan memiliki semangat berbagi yang tinggi. ”Meskipun demikian, semangat tersebut perlu terus diarahkan agar tidak hanya berhenti pada kepedulian sosial, tetapi juga diiringi dengan penguatan pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an sebagai fondasi utama kehidupan umat,” tegasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Materi yang dibahas tentang anatomi ayat-ayat puasa dalam Al-Qur’an.
Prof. Ali Aziz menjelaskan, ayat Al-Qur’an turun secara acak. ”Namun, kemudian pada saat urdhoh terakhir saat Nabi setoran bacaan, malaikat mengurutkan susunananya. Seperti tema tentang puasa dikumpulkan dalam satu ruku,” jelasnya.
Ia menambahkan, agar keturunan kita menjadi anak cucu yang sukses dunia akhirat, orang tua harus mau riyadhah atau tirakat. Dipaparkan pula bahwa berpuasa dengan niatan tertentu itu dibolehkan, namun hanya sebagai sampingan bukan yang utama.

Dalam penjelasan lainnya, Prof. Ali Aziz memaparkan bahwa kesalehan spiritual harus berbanding lurus dengan kesalehan sosial. ”Jangan sampai ahli ibadah tetapi ucapan dan perbuatannya tidak mencerminkan atsar atau efek dari ibadahnya,” ujarnya.
Disimpulkan bahwa banyak orang menganggap puasa adalah suatu ibadah yang berat, padahal sebenarnya semua itu dalam rangka kebaikan umat Islam itu sendiri. Dalam sesi interaktif, peserta yang menyampaikan pertanyaan mendapatkan buku karya Prof. Ali Aziz. (ron/eko)