4 jam yang lalu
KUTAI KARTANEGARA — Tilawati Education Center (TEC) Regional II Kalimantan Timur menyelenggarakan kegiatan Pendalaman 7 Lagu bacaan Al-Qur’an pada Ahad, 25 Oktober 2026. Agenda peningkatan kualitas tenaga pengajar ini mengambil tempat di Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Acara tersebut mengusung tema spesifik, yakni "Menghidupkan Kesunnahan dalam Membaca Al-Qur’an melalui Suara Indah". Tercatat sebanyak 33 ustadz dan ustadzah dari berbagai lembaga Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) pengguna metode Tilawati turut berpartisipasi sebagai peserta pelatihan.
Kegiatan pembinaan tingkat daerah ini dihadiri secara langsung oleh Direktur TEC Regional II Kalimantan Timur Ustadz Habib Zainuri. Hadir pula Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Jonggon Jaya Ustadz Ruslan untuk memberikan dukungan penuh dari unsur aparatur desa.
Dalam sesi sambutannya, Ustadz Habib Zainuri mengajak seluruh peserta pendidik untuk senantiasa membiasakan diri melantunkan kitab suci dengan suara yang indah. Beliau memaparkan bahwa memperindah bacaan Al-Qur’an merupakan bagian dari kesunnahan yang harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau juga menekankan agar para tenaga pendidik tidak hanya berfokus penuh pada ketepatan makhraj dan kaidah tajwid semata. Penguasaan lagu tilawah dinilai sangat penting guna menghadirkan suasana pembelajaran yang lebih menarik, menyenangkan, dan menyentuh hati para santri saat belajar di kelas.
Guna memaksimalkan pemahaman peserta, pihak penyelenggara menghadirkan qari tingkat Provinsi Kalimantan Timur, Ustadz Zainal Arifin, S.H., sebagai instruktur utama. Melalui bimbingan pemateri, peserta menerima pendalaman teknis mengenai sejumlah irama tilawah, khususnya Rost, Bayati, Nahawand, dan Hijaz.
Keempat jenis lagu tilawah tersebut dipelajari secara terstruktur agar seluruh peserta mampu mengenali karakter nada, mengolah suara, serta menerapkan ragam variasi irama. Meski mengutamakan keindahan olah vokal, pemateri mengingatkan bahwa penerapan lagu harus selalu beriringan dengan aturan baku makharijul huruf serta adab membaca Al-Qur’an.
Antusiasme tinggi terlihat dari komitmen puluhan pengajar TPQ tersebut dalam mengikuti seluruh rangkaian materi hingga usai. Kegiatan berkelanjutan ini diharapkan mampu mencetak para pendidik Al-Qur’an yang memiliki kualitas bacaan tartil, sehingga lebih percaya diri dalam membimbing generasi Qur’ani pada masa mendatang.