20 jam yang lalu
SURABAYA — SD Muhammadiyah 18 Surabaya menjajaki penerapan pembelajaran tahfidz model Tilawati melalui kunjungan silaturahim ke Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya, Selasa (6/10/2026). Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk mengenal penerapan pembelajaran tahfidz Tilawati sebelum rencana kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU).
Rombongan sekolah diwakili Ustaz Zein, Wakil Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 18 Surabaya; Ustaz Rozi, Wakil Kepala Ismuba; serta Ustazah Er Ayu Nurafifah, S.Si., S.Pd., Koordinator Tahfidz. Mereka bersilaturahim sekaligus menggali informasi mengenai penerapan model pembelajaran tahfidz Tilawati.

Kepala Bidang Tahfidz Tilawati, Ustaz Hasan Zamzami, S.Pd., mengatakan pembinaan akan dilakukan terlebih dahulu sebelum kerja sama resmi dimulai. “Sebelum menuju MoU, bidang tahfidz Tilawati akan melakukan pembinaan setiap dua minggu sekali. Harapannya, pihak sekolah dapat mengenal dan mempersiapkan penerapan pembelajaran tahfidz model Tilawati secara bertahap.”
Model pembelajaran tahfidz Tilawati antara lain menekankan pengajaran secara bertahap, bacaan tartil, dan evaluasi yang terstruktur. Pembinaan berkala diharapkan menjadi ruang pendampingan bagi sekolah dalam memahami dan menyiapkan pelaksanaannya.
Direktur Utama Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya, Ustaz H. Abdurrohim Hasan, M.Pd., menyampaikan bahwa silaturahim tersebut menjadi awal komunikasi antara kedua pihak. Ia berharap penjajakan ini dapat berlanjut pada kolaborasi yang mendukung pembelajaran tahfidz di sekolah.
MoU direncanakan berjalan pada tahun ajaran baru 2027/2028. Sebelum itu, pembinaan setiap dua minggu sekali akan menjadi tahap persiapan bagi SD Muhammadiyah 18 Surabaya.