sebulan yang lalu
SURABAYA — 4 Agustus 2025 di dalam suasana sore yang teduh dan penuh hikmah, Ruang Diklat Hasan Sadzili lantai 2 Pesantren Al Qur’an Nurul Falah Surabaya kembali menjadi saksi berlangsungnya kajian rutin Kitab Nashoihul Ibad. Kajian yang digelar setiap Senin awal bulan ini diikuti oleh seluruh karyawan Pesantren Al Qur’an Nurul Falah Surabaya, dengan pemateri utama Ust. H. Mim Saiful Hadi, M.Pd.
Mengangkat tema “Tiga Maqolah yang Bisa Mengatasi Kesulitan dalam Hidup”, Ust. H. Mim menyampaikan bahwa dalam kehidupan yang penuh tantangan, kita sering kali lupa bahwa solusi sejati berasal dari kedekatan kita kepada Allah SWT. Beliau menguraikan tiga maqolah penting dalam Kitab Nashoihul Ibad yang dapat menjadi penawar bagi kesulitan dunia:
1. Dzikrullahi Ta'ala
“Zikir kepada Allah adalah sumber ketenangan hati,” ujar beliau. Dzikrullah bukan sekadar menyebut nama Allah, tetapi menghadirkan-Nya dalam setiap langkah dan keputusan. Ketika hati dipenuhi dengan zikir, maka kegelisahan akan berkurang, dan kita akan lebih mudah menerima takdir dengan lapang dada.
2. Dzikrul Lisani
“Lisan adalah cermin hati, dan zikir melalui lisan adalah penjaga jiwa,” tambah beliau. Dzikrul Lisani mengajarkan kita untuk menjaga ucapan, memperbanyak kalimat thayyibah seperti Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, dan Allahu Akbar. Dengan lisan yang senantiasa berdzikir, kita menjaga diri dari perkataan sia-sia dan menyebarkan ketenangan kepada sekitar.
3. Dzikrul Fikri
“Berpikir tentang ciptaan Allah adalah bentuk ibadah yang mendalam,” lanjut beliau. Dzikrul Fikri mengajak kita untuk merenungi kebesaran Allah melalui alam semesta, kehidupan, dan segala kejadian. Dengan berpikir secara mendalam, kita akan menyadari betapa kecilnya masalah kita dibandingkan dengan kebesaran-Nya, dan akan tumbuh rasa syukur yang tulus.
Kajian ini menjadi pengingat bahwa bersyukur atas apa yang telah Allah berikan adalah kunci utama dalam menghadapi kesulitan. Ust. H. Mim menutup kajian dengan doa dan harapan agar seluruh karyawan Nurul Falah senantiasa diberi kekuatan untuk mengamalkan tiga maqolah tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
"Semoga kita semua senantiasa diberi kemudahan dalam menjalani hidup, dijauhkan dari kesulitan, dan dimampukan untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang Allah limpahkan."