3 jam yang lalu
SURABAYA — Perbedaan metode dalam mengajarkan Al-Qur’an tidak harus menjadi sekat antarlembaga. Justru, keberagaman pendekatan pembelajaran dapat menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat dakwah Al-Qur’an. Semangat inilah yang mewarnai kunjungan belajar Forum TPQ dan Forum Imam Musala binaan LAZIS Sabilillah Malang ke Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya, Ahad (8/11/2026).
Mengusung tema “Belajar, Berbagi, dan Bersinergi Meningkatkan Mutu Pendidikan Al-Qur’an”, kegiatan ini diikuti 150 peserta dari berbagai TPQ dan forum imam musala. Mereka datang untuk memperluas wawasan mengenai pengelolaan dan pengembangan pembelajaran Al-Qur’an melalui berbagai program yang diperkenalkan Tilawati.

Dalam sambutannya, Ustadz Dr. KH. Ali Muaffa, M.Ag. mengingatkan pentingnya mempelajari sekaligus mengajarkan Al-Qur’an. Ia juga memotivasi para guru ngaji agar terus menjaga semangat dakwah dan memperluas pengajaran Al-Qur’an hingga ke berbagai pelosok negeri.
Sesi pembelajaran menghadirkan tiga pemateri dengan bidang yang berbeda. Ustadz Muhammad Masrur Huda, M.Pd. membahas strategi pembelajaran jilid Model Tilawati sekaligus menjelaskan pentingnya penggunaan lagu dalam pembelajaran Al-Qur’an. Menurut materi yang disampaikan, unsur lagu menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam proses belajar agar pembelajaran berjalan sesuai pendekatan yang diterapkan.

Selanjutnya, Ustadz M. Hasan Zamzami, S.Ag., Al-Hafizh memperkenalkan pembelajaran Tahfidz Model Tilawati. Sementara itu, Ustadz Imam Safi’i, M.Pd. menyampaikan materi Terjemah Lafdziyah Model Tilawati, termasuk strategi pembelajaran dan pengenalan terjemah kata demi kata. Ia menjelaskan bahwa untuk mulai mempelajari Terjemah Lafdziyah, seseorang tidak harus terlebih dahulu menguasai bahasa Arab.
Ketiga materi tersebut memberikan gambaran bahwa pembelajaran Al-Qur’an dapat dikembangkan dalam berbagai aspek, mulai dari membaca, menghafal, hingga memahami makna lafaznya. Interaksi antara pemateri dan peserta juga berlangsung aktif, sehingga peserta memiliki kesempatan untuk menggali informasi secara langsung.
Ketua Forum TPQ Yayasan Sabilillah Kota Malang, Ustadz Waznun Nuschi, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi komunikasi yang terjalin sejak tahap survei hingga pelaksanaan, serta materi yang disampaikan secara interaktif.

Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan banyak tambahan wawasan bagi para peserta. Ia berharap hubungan baik yang telah terbangun dapat terus berlanjut melalui silaturahmi dan kerja sama pada masa mendatang.
Kunjungan ini menjadi gambaran bahwa upaya meningkatkan mutu pendidikan Al-Qur’an dapat dilakukan melalui keterbukaan untuk belajar dan berbagi. Perbedaan metode tidak menghilangkan tujuan bersama, yakni menghadirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an. Dengan semangat saling menguatkan, sinergi antarlembaga diharapkan dapat memperluas manfaat dakwah Al-Qur’an di tengah masyarakat.