Tilawati

Meneguhkan JKPA Tilawati Kebomas Gresik Bersilaturrahim ke Pesantren Al Qur’an Nurul Falah


3 hari yang lalu


meneguhkan-jkpa-tilawati-kebomas-gresik-bersilaturrahim-ke-pesantren-al-quran-nurul-falah

Dalam rangka meneguhkan niat, menguatkan ruh dakwah, serta memperdalam makna pengabdian sebagai guru Al Qur’an, rombongan KPA Tilawati Kebomas Gresik yang berjumlah kurang lebih 100 guru Al Qur’an melaksanakan agenda Silaturrahim ke Pesantren Al Qur’an Nurul Falah Surabaya, selaku Pusat Pembelajaran Metode Tilawati, pada Ahad, 11 Januari 2026.

Kehadiran para pejuang Al Qur’an ini disambut dengan penuh kehangatan oleh Kadivre Tilawati Jawa Timur, Ustadz Muhammad Masrur Huda, M.Pd, beserta keluarga besar Pesantren Al Qur’an Nurul Falah. Suasana ukhuwah dan kecintaan terhadap Al Qur’an terasa kuat sejak awal kegiatan.

Acara diawali dengan sambutan Ketua Rombongan, Ustadzah Siti Aminah, S.Pd, selaku Kepala KPA Tilawati Kebomas Gresik. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa silaturrahim ini bukan sekadar kunjungan, melainkan perjalanan ruhani untuk menimba ilmu, keberkahan, dan keteladanan. Ilmu yang diperoleh diharapkan mampu menguatkan praktik pembelajaran Al Qur’an di lembaga masing-masing serta menjaga semangat istiqamah dalam mendidik generasi Qur’ani.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Yayasan Nurul Falah, Dr. K.H. Umar Jaeni, M.Pd. Beliau menyampaikan rasa bahagia atas kehadiran para guru Al Qur’an dan menegaskan bahwa mengajarkan Al Qur’an adalah kemuliaan sekaligus amanah agung. Para guru Al Qur’an dituntut untuk terus meningkatkan kualitas keilmuan, memperkuat akhlak, serta meluruskan niat perjuangan. Beliau juga menekankan bahwa setiap langkah menuju majelis Al Qur’an hendaknya diniatkan sebagai ibadah, karena dari tangan para guru inilah kelak lahir generasi yang membawa cahaya Al Qur’an bagi umat dan bangsa.

Memasuki sesi utama, kegiatan diisi dengan Motivasi Dakwah Al Qur’an yang disampaikan oleh Drs. K.H. Ali Muaffa, M.Ag, selaku Muallif Metode Tilawati. Dalam penyampaian yang penuh keteguhan dan kehangatan, beliau mengajak para guru ngaji untuk kembali meneguhkan pilihan hidupnya sebagai pelayan Al Qur’an. Disampaikan bahwa Al Qur’an tidak pernah menyia-nyiakan orang-orang yang berjuang bersamanya; keberkahan hidup, ketenangan batin, kemudahan urusan, serta pertolongan Allah senantiasa menyertai mereka yang istiqamah membaca, mengajarkan, dan mengamalkan Al Qur’an.

Motivasi tersebut menjadi penguat spiritual yang menumbuhkan keyakinan bahwa jalan dakwah Al Qur’an adalah jalan yang mulia, meski sering kali sunyi, namun penuh dengan janji Allah yang nyata bagi para pengembannya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan salam-salaman, sebagai simbol eratnya ukhuwah dan komitmen bersama untuk terus istiqamah berjuang dalam dakwah Al Qur’an melalui Metode Tilawati.