11 jam yang lalu
SURABAYA – Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa penting yang menandai diturunkannya Al-Qur’an di bulan suci Ramadhan. Umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam Nuzulul Quran dengan meningkatkan tilawah Al-Quran, zikir, dan shalat malam untuk mendapatkan ampunan dosa. Pada Jumat, 13 Maret 2026, Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya mengadakan mabit dan Nuzulul Qur'an bersama Prof. H. Abdul Kadir Riyadi, Ph.D.
Kegiatan yang digelar di aula Hasan Sadzili Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya mulai 15.00 hingga 21.00 itu bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus refleksi hikmah di bulan suci Ramadhan. Acara ini diikuti seluruh karyawan Nurul Falah Group (Pesantren Al-Qur'an Nurul Falah Surabaya dan Pandaan), TAAM, BMT Amanah Ummah, dan lainnya.
Dalam sambutannya, Direktur Utama Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Ustaz H. Abdurrohim Hasan, M.Pd. mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam berbagai aspek kehidupan, baik secara pribadi maupun sosial. ”Peringatan Nuzulul Qur’an harus dimaknai sebagai momentum refleksi bagi kaum muslim untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
”Nuzulul Qur’an merupakan momentum untuk meneguhkan komitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Jika Al-Qur’an benar-benar dijadikan rujukan, maka kehidupan umat akan lebih terarah, berakhlak, dan penuh keberkahan,” tegasnya.
Acara dilanjutkan dengan mauizhah hasanah oleh Prof. Abdul Kadir. Ia menyampaikan beberapa problem utama manusia. Salah satunya adalah kesombongan. Ia mengingatkan jamaah untuk berhati-hati dengan sifat sombong, misalnya miskin tapi sombong, bodoh tapi sombong, kaya tapi sombong, dan pintar tapi sombong.
Sifat takabur ini, lanjut Prof. Kadir, dibenci oleh Allah karena kesombongan menjadi penghalang utama seseorang masuk surga serta membuat hati terkunci dari kebenaran.
"Mudah-mudahan kita dijauhkan dari sifat takabur dan bisa beristiqamah di jalan Allah SWT,” tutur Prof. Kadir. Setelah tausiyah, kegiatan dilanjutkan buka puasa bersama dan shalat Maghrib berjamaah. (fa/eko)