9 jam yang lalu
SURABAYA — Tilawati menggelar Pelatihan Upgrading Supervisor Tilawati pada Ahad, 18 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas supervisor dalam menjalankan tugas pembinaan dan pengawasan pembelajaran Al-Qur’an model tilawati.
Kegiatan ini diikuti oleh 88 peserta yang tercantum dalam daftar hadir. Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Lumajang, Jombang, Serang, Samarinda, Lombok Barat, Mataram, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Malang, Kediri, Bojonegoro, Tuban, Depok, Banjarmasin, Sleman, Jakarta, Bogor, Bekasi, Jember, Cilegon, Blora, Kuningan, Tangerang Selatan, Palembang, Jambi, Madiun, Bandung Barat, Pamekasan, Wonosobo, Pamekasan, Tabalong, hingga Surabaya dan Sidoarjo. 
Materi kegiatan disusun untuk membekali supervisor dengan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai peran, tugas, serta teknis supervisi. Sesi pertama membahas visi misi supervisor dan ruang lingkupnya yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Nurul Falah Dr. KH. Umar Jaeni, M.Pd. Materi tersebut dilanjutkan dengan implementasi supervisi pembelajaran Al-Qur’an model tilawati bersama Ustaz Drs. H. Abdurrohim Hasan, M.Pd. selaku direktur Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya.
Setelah jeda istirahat, salat, dan makan, peserta mendapatkan materi form-form supervisi yang disampaikan oleh Ustaz Imam Safii. Selanjutnya, peserta dikenalkan dengan aplikasi supervisor oleh Ustazah Luluk serta kode etik supervisor yang disampaikan Ustaz Hari Susandi. Rangkaian materi tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00.
Melalui kegiatan upgrading ini, supervisor diharapkan semakin memahami ruang lingkup tugasnya, mampu menerapkan supervisi pembelajaran Al-Qur’an dengan baik, serta memiliki kesiapan dalam menjalankan peran pembinaan di wilayah masing-masing.
Penguatan kapasitas supervisor menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan lembaga-lembaga yang menerapkan model tilawati. Dengan supervisor yang memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai, proses pendampingan di lapangan diharapkan dapat berjalan semakin terarah dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Al-Qur’an. (faj/eko)