2 jam yang lalu
BANTEN — Sebanyak 60 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengikuti Workshop Laboratorium Keagamaan pada Rabu, 21 Oktober 2026. Bertempat di Laboratorium Multimedia FTK, kegiatan ini mengangkat tema “Mewujudkan Mahasiswa FTIK yang Berkompeten dalam Membaca Al-Qur’an sebagai Bekal Profesionalisme Calon Pendidik”.

Workshop menghadirkan Dede Imtihanudin, M.Pd.I., Trainer, Supervisor, dan Pengurus Cabang Tilawati Banten 2, sebagai pemateri. Materi berfokus pada pengenalan metode Tilawati kepada mahasiswa sebagai salah satu pendekatan pembelajaran Al-Qur’an.
Kepala Laboratorium Pembinaan Kompetensi Keagamaan, H. Hasbullah, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan kompetensi penting bagi setiap mahasiswa FTIK. Ia menjelaskan, program tahsin pembelajaran menjadi salah satu upaya fakultas untuk memastikan mahasiswa memenuhi persyaratan kelulusan baca Al-Qur’an.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. H. Moch. Subekhan, M.Ag., secara resmi membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa menjadi tenaga pendidik profesional yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, apa pun program studi yang ditempuh.
Melalui workshop ini, mahasiswa mendapat kesempatan mengenal metode Tilawati secara langsung. Peserta menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan wawasan baru mengenai pembelajaran Al-Qur’an yang praktis, menyenangkan, dan sistematis.
Pengenalan metode ini diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menyiapkan diri sebagai calon pendidik. Keterlibatan mahasiswa FTIK dalam kegiatan tersebut juga membuka ruang untuk memahami pendekatan pembelajaran Al-Qur’an yang dapat menunjang profesionalisme mereka kelak.